Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Kelak kau akan mengerti

Rayhana Hai, seseorang yang tak pernah kusangka  Kamu berhasil mengukir cerita dalam hidupku Lugumu tak sanggup buatku meragu Tenangmu membuatku sadar akan terus merindu Guraumu selalu bersaut dengan indahmu Terimamu adalah syukur di tiap hariku Pakaianku adalah dirimu Kurawat. dan kujaga  Banyak waktu terlupa dengan sisiku sendiri Berat upayaku padamu adalah tumpu bahagiaku Rela ku berada disini Tempat yang dulu kita berjanji tak akan kembali berlayar Untuk terakhir kalinya Ku katakan, tak mungkin ada yang mampu membuka buku ini kembali Sudah, sudahlah Tenang tak tenang, takkan mengubah jalannya Bayang, bayanglah Kan membawa betapa bahagia hidup bersama Kini kaupun tersenyum Dengan seluruh rasamu  Apa daya ombak tanpa terpendar bulan Selama matahari terasa hangat, lautanpun memaafkan Semesta, mohon sampaikan tenang mungkin kurasakan Bila bahagiamu dengan rasanya

mereka.

Kamu, Manis dan Ibuku Di jantung kota yang sibuk, di balik etalase toko yang berkilauan dengan kreasi gula dan cream cheese , Rayhana Desmara. Ia bukan hanya seorang pâtissière yang terampil, melainkan juga perwujudan dari kemanisan itu sendiri. Rayhana memancarkan kecantikan yang tidak hanya terlihat dari parasnya yang anggun, tetapi juga dari kilau mata yang penuh ketenangan walau terkadang memiliki sisi lain yang bahkan sulit disangka-sangka oleh orang lain. Kecantikan fisiknya hanyalah cerminan dari hati yang jernih dan jiwa yang tulus, kualitas yang membuatnya dicintai oleh setiap orang yang berkesempatan mengenalnya. Sebagai patissier di ‘Awal Mula’, Rayhana telah membuktikan dirinya sebagai wanita yang luar biasa mandiri. Ia membangun karirnya dalam kerajaan kuenya dari nol, mengandalkan ketekunan dan presisi yang sama saat ia mengukur tepung dan mengocok adonan. Posisinya sekarang adalah bukti nyata dari kemandiriannya, sebuah ruang yang dipenuhi aroma vanilla dan cream cheese...